<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pekalonganvesper's Blog</title>
	<atom:link href="http://pekalonganvesper.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pekalonganvesper.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Feb 2009 20:46:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pekalonganvesper.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pekalonganvesper's Blog</title>
		<link>http://pekalonganvesper.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pekalonganvesper.wordpress.com/osd.xml" title="Pekalonganvesper&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pekalonganvesper.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sang penikmat dosa…</title>
		<link>http://pekalonganvesper.wordpress.com/2009/02/05/sang-penikmat-dosa%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://pekalonganvesper.wordpress.com/2009/02/05/sang-penikmat-dosa%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 20:46:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pekalonganvesper</dc:creator>
				<category><![CDATA[my voice]]></category>
		<category><![CDATA[bijak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[dosa]]></category>
		<category><![CDATA[kasmaran]]></category>
		<category><![CDATA[kata]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pekalonganvesper.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Brek,te-ta dr.H.International<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekalonganvesper.wordpress.com&amp;blog=6223867&amp;post=69&amp;subd=pekalonganvesper&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini dunia tahu bahwa kita berbuat dosa<br />
Kita tahu bahwa cinta  tak sepenuhnya untuk orang-orang yang mau atas diri seseorang dengan kasarnya dia memandang, Menjamah,menggertak , mencaci dan memaksa untuk berbuat sesuatu yang tak sama sekali diinginkan</p>
<p>Cinta&#8230;<br />
Kenapa nampak hina dirimu kini dihadapku<br />
Kenapa hidup tak mampu untuk tak menjunjung atas dirimu</p>
<p>Bagi sang pemuja cinta<br />
Temanku terkasih<br />
Semoga doamu terdengar yang kuasa</p>
<br />Posted in my voice  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pekalonganvesper.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pekalonganvesper.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pekalonganvesper.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pekalonganvesper.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pekalonganvesper.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pekalonganvesper.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pekalonganvesper.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pekalonganvesper.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pekalonganvesper.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pekalonganvesper.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pekalonganvesper.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pekalonganvesper.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pekalonganvesper.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pekalonganvesper.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekalonganvesper.wordpress.com&amp;blog=6223867&amp;post=69&amp;subd=pekalonganvesper&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pekalonganvesper.wordpress.com/2009/02/05/sang-penikmat-dosa%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25a895891da1482d362750722d3b3002?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">pekalonganvesper</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Para Rasul</title>
		<link>http://pekalonganvesper.wordpress.com/2009/01/31/perjalanan-para-rasul/</link>
		<comments>http://pekalonganvesper.wordpress.com/2009/01/31/perjalanan-para-rasul/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 21:43:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pekalonganvesper</dc:creator>
				<category><![CDATA[my voice]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkitan]]></category>
		<category><![CDATA[ketetapan]]></category>
		<category><![CDATA[kitab-kitab]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah para rasul]]></category>
		<category><![CDATA[sunnatullah]]></category>
		<category><![CDATA[wahyu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pekalonganvesper.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah suatu informasi dari Allah tentang kenyataan hidup atau potret kehidupan dari zaman ke zaman, dari abad ke abad. Mari kita perhatikan bekas-bekas dari pada sebuah kekuasaan besar semodel Fir&#8217;aun, Asyur, Babilonia, Kista, Macedonia, Medio-Persia, Romawi, dan lain sebagainya, yang sekarang ini sudah tidak ada penghuninya lagi, hanya tinggal monumen sejarah. Seharusnya ini merupakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekalonganvesper.wordpress.com&amp;blog=6223867&amp;post=54&amp;subd=pekalonganvesper&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">
Ini adalah suatu informasi dari Allah tentang kenyataan hidup atau potret kehidupan dari zaman ke zaman, dari abad ke abad. Mari kita perhatikan bekas-bekas dari pada sebuah kekuasaan besar semodel Fir&#8217;aun, Asyur, Babilonia, Kista, Macedonia, Medio-Persia, Romawi, dan lain sebagainya, yang sekarang ini sudah tidak ada penghuninya lagi, hanya tinggal monumen sejarah. Seharusnya ini merupakan data fisik yang dijadikan oleh Allah sebagai fakta ilmiah agar manusia memperhatikan tentang peringatan Allah akan perjalanan kehidupan yang bersifat pasti, yang berulang dan akan terjadi kembali manakala kondisi kehidupan manusia ini terkondisional seperti kondisi yang dialami oleh bangsa-bangsa besar tersebut, maka Allah akan bertindak kembali.<br />
	Dan inilah yang menjadi salah satu sifat manusia, yaitu bodoh. Bodoh karena telah berulangkali terjadi peristiwa besar di dunia, tetapi tidak pernah dijadikan sebagai pelajaran. Dari tahun ke tahun, dari masa ke masa manusia tidak pernah sadar, mereka mengira cerita-cerita yang ada dalam kitab Allah itu hanya sebuah dongeng, hanya sebuah ilusi, sebuah cerita yang tidak akan pernah terjadi lagi pada diri mereka (jaman sekarang). Bahwa sesungguhnya Allah telah menulis skenario-Nya dalam kehidupan ini, dan apa yang terjadi pada hari ini adalah bagian dari skenario Allah. Skenario Allah tidak akan pernah berubah atau berganti dari masa ke masa, hanya pelakunya saja yang berganti, dan manusialah sebagai pelaku dalam skenario Allah. Jadi sekarang ini, sadar atau tidak sadar, kita ini sedang menggenapi skenario besar Allah.<br />
	Inilah sebenarnya persoalan yang sedang kita hadapi. Kita melihat bahwa manusia begitu bodoh. Belum menjadikan kitab-kitab Allah itu sebagai pedoman, sebagai pelajaran untuk keselamatan diri kita masing-masing (sacara kaffah).<span id="more-54"></span><br />
	Hari ini kita bisa melihat, bangsa dengan bengsa saling berperang. Dalam perang dunia pertama 17 juta manusia telah mati, sedangkan dalam perang dunia kedua 20 juta manusia telah mati. Kemudian pada hari ini akan terjadi lagi, dunia digegerkan masalah nuklir dan terorisme. Berapa banyak lagi manusia akan terbunuh?<br />
Tapi perlu diketahui dan ingat.. Tatkala manusia tidak sanggup lagi mencari jalan keluar untuk menghindari perang besar di antara mereka atau kemelut besar di antara mereka, maka akan datanglah pertolongan Allah, berupa umat yang akan menjadi penengah, umat yang akan menjadi wasit dalam kemelut dunia. Kalau tidak adanya pertolongan Allah, artinya tidak adanya ummat yang bertindak sebagai wasit, maka manusia bisa punah, bangsa terbunuh oleh bangsa (saling membantai). Yang paling berbahaya adalah kotak-kotak etnis, dan kotak-kotak ideologi, orang yang tidak seideologi dengan mereka adalah musuh yang harus dibunuh habis, contohnya komunis, liberalis, dan masih banyak lagi. Kita bisa melihat kotak nasionalis, bangsa Rusia menganggap bahwa orang yang bukan bangsa Rusia adalah binatang, sama pula dengan bangsa Inggris menganggap bahwa orang yang bukan bangsa Inggris boleh diperlakukan apa saja, karena dianggap binatang, demikian juga bangsa Indonesia menganggap bahwa orang yang bukan bangsa Indonesia itu sama dengan musuh bagi faham kebangsaan. Kita lihat tiap hari ada usaha untuk menghancurkan lintas banga-bangsa, tetapi hanya konsep langitlah yang dapat mengatasinya.<br />
	Setiap umat punya batas waktu (dalam Al-Qur’an ; 34). Bicara masalah umat berarti bicara masalah kekuasaan. Tiap kekuasaan pasti ada ajalnya. Kehancurannya tidak bisa dimajukan dan tidak bisa dimundurkan. Karena ini adalah program Allah (sunnah, atau kebiasaan), maka tidak ada suatu kekuatan di bumi yang dapat merubah ketetapan/kebiasaan Allah. Tidak ada suatu kekuatan pun yang bisa menghancurkan selama ajalnya belum sampai. Sebaliknya Saudara, kalau memang ajalnya sudah sampai, sekuat apapun bangsa itu, semakmur apapun dia, sepandai apapun para pemimpinnya, secanggih apapun peralatan militernya, sekuat apapun politik partainya, tetapi kalau sudah sampai ajalnya tidak akan bisa dimajukan dan tidak bisa dimundurkan. Kekuasaan bangsa-bangsa yang sedang gagah-gagahnya itu, karena rumusnya dia sudah sampai umurnya hari ini, maka saat itulah masanya di mana kekuasaan bangsa-bangsa tersebut akan hancur, dan sekaranglah masanya di mana kekuasaan Allah akan tegak kembali di muka bumi. Oleh sebab itu kita hanya mengabdi kembali pada jalan pengabdian yang benar (kepada Allah yang pasti), Allah yang tidak main-main dalam hidup ini, yang tidak pernah berubah ketetapannya, bukan Allah yang mudah-mudahan, yang semau-maunya, tetapi yang pasti akan memenuhi janjinya.<br />
	Kalau kita perhatikan, kenapa dunia sekarang jadi begini? Terjadi banyak bencana, perang antar bangsa terjadi untuk memperebutkan hegemoni dunia, tanpa memperhatikan dampak kemanusiaan, hukum rimba yang dipakai, homo homini lupus, yang kuat menekan yang lemah, hidup berdasarkan kekuatan harta, kekuatan pangkat, dan lain sebagainya, ini disebabkan karena manusia telah berbuat dosa. Banyak orang yang tidak faham mengenai pengertian dosa. Apa itu dosa? Kalau kita merujuk pada kitab Alloh, dosa adalah tindakan manusia secara perorangan atau secara bersama-sama yang menyimpang dari kehendak dan hukum Allah. Dan kalau kita perhatikan, ini merupakan dosa keturunan, dosa yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu  (pada tiap-tiap masanya).  Perlu difahami, memang kita ini adalah keturunan dari pada umat yang berdosa , tetapi bukan keturunan Adam yang berdosa, karena keturunan Adam yang berdosa kurun waktunya sudah berlalu dan sudah ditebus dengan kedatangan nabi Nuh. Yesus datang bukan menebus dosa generasi Adam, tetapi Dia datang untuk menebus dosa generasi Musa yang berdosa, dikarenakan umat generasi Musa melanggar perjanjian abadi dengan Allah, mengubah hukum dan ketetapan Allah. Kemudian umat generasi Yesus yang berbuat dosa, sebagaimana umat generasi Musa, karena melanggar ketetapan abadi, sudah ditebus dengan kedatangan Muhammad. Dan sekarang umat generasi Muhammad yang berbuat dosa inilah yang sampai sekarang ini sedang dan akan ditebus oleh ummat yang konsis terhadap Sunnah beliau.<br />
	Mengapa dikatakan keturunan berdosa? Kalau kita lihat dulu Bani Israel pernah menjadi umat kesayangan Allah, atau dikatakan Bani Israel adalah pengantinnya Allah. Karena ketidaksetiaan Bani Israel kepada Allah, mereka berzina dengan bangsa-bangsa lain, tentu saja, yang namanya sang suami kalau melihat istrinya berzina, apa yang hendak diperbuat oleh sang suami? tentu saja menghajarnya dan memberikannya surat cerai. Sehingga Bani Israel ditinggalkan oleh Allah karena perbuatan dosanya. Bani Israel yang dulunya umat kesayangan sekarang menjadi umat yang dihinakan, diperbudak, dan dijajah. Dan keturunannya akan juga  merasakan perbuatan dosanya. Itulah yang dikatakan keturunan berdosa. Sebagaimana juga pada Bani Muhammad. Mereka, orang-orang tua kita telah berbuat dosa , karena telah meninggalkan Allah, meniggalkan hukum Allah dan tidak lagi mempertahankan Madinah / Yerusalem yang dibangun susah payah oleh Muhammad. Mereka telah berzina dengan bangsa-bangsa. Tanah suci sudah tidak lagi suci, karena sekarang dijadikan sebagai tempat perzinahan, perdagangan merpati, perdagangan uang, sebagaimana juga di Bait Allah Yerusalem di waktu Yesus. Sehingga kedatangan Muhammad dan Yesus untuk mensucikan Bait Allah.<br />
 Nuh, Musa, Yesus, Muhammad datang sebagai Sang Penebus, sebagai Sang Pembebas. Untuk menebus dosa manusia, mereka harus memikul salib. Arti daripada memikul salib adalah mereka direpresif perjuangannya, dihina, diolok-olok, diludahin, dilemparin batu, dianiaya, dan juga memikul penderitaan serta kesengsaraan demi menegakkan kerajaan Allah / Yerusalem / Darussalam di muka bumi. Mereka datang untuk menggenapi kitab Allah, tetapi kurun waktunya sudah berlalu dan sudah tergenapi. Dan sekarang kondisi yang terjadi mengharuskan adanya suatu penggenapan kembali. Setiap adanya penggenapan kitab Allah, itulah saat terjadinya kiamat.<br />
Bahwa perlu diketahui Kiamat itu bukanlah kehancuran alam semesta yang sekarang ini difahami oleh kebanyakan manusia. Kiamat bukanlah hari Armagedon. Kalau misalnya yang bahwa kiamat adalah hancurnya alam semesta, tentu saja Allah tidak konsisten dengan ketetapannya sendiri. Allah adalah Raja dan penguasa alam semesta, kalau alam semesta dihancurkannnya sendiri, lantas Allah berperan sebagai raja dan penguasa siapa? Berarti sia-sia apa yang telah diciptakannya? Padahal di dalam Kitab Allah disebutkan bahwa tidak ada yang sia-sia segala sesuatu yang Allah ciptakan (Az-Zumar ; “Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memeliharanya”), mereka semua telah dan terus mengabdi kepada Allah sesuai dengan kadarnya masing-masing.<br />
Segala sesuatu itu harus ada dasar ilmunya, jangan sampai dengan hanya sekedar ikut-ikutan. Jika kita merujuk kepada kitab Allah, mengartikan bahwa Kiamat itu adalah hari di mana tegaknya kerajaan Allah di muka bumi, sehingga hukum Allah berlaku seluas-luasnya bagi umat manusia di muka bumi. Kiamat adalah hari kebangkitan. Berarti kalau ada kebangkitan pasti ada keruntuhan. Manakala Yerusalem / Darusalam yang telah dibangun  itu telah hancur / runtuh, maka perlu dibangkitkan lagi, perlu dibangun lagi. Inilah yang dinamakan dengan kebangkitan..<br />
Banyak yang tidak faham kitab Allah. Pada hari ini (kebanyakan manusia) mengatakan setelah Muhammad, Allah tidak boleh turut campur ke bumi, ini sudah menjadi urusan manusia, tidak akan ada lagi wahyu, tidak akan ada lagi petunjuk dan pedoman hidup pada manusia, tinggal nunggu kehancuran alam semesta saja. Kalau ada kejahatan pada hari ini, biarkanlah kejahatan itu berjalan menurut urusan manusia itu sendiri, biarkanlah manusia dengan manusia yang menyelesaikan urusannya, biarkanlah manusia bikin partai-partai, kekuatan-kekuatan yang tidak berdasar wahyu Allah, kitab Allah tidak dijadikannya sebagai petunjuk tetapi dilemparkannya ke belakang, dijadikannya alat sumpah jabatan, mahar nikah, jimat pelaris, jimat pengusir setan, dan lebih ironisnya lagi kitab Allah sebagai aksesoris. Inilah yang terjadi, semua ini telah mengkafiri kitab Allah, semua ini sebenarnya adalah atheis. Mengapa dikatakan atheis? Karena mereka tidak mau tunduk dan patuh pada hukum / aturan Allah, tetapi hukum / aturan manusia. Ironis sekali, pada hari ini orang yang mengatakan bahwa dia adalah umat Allah, tetapi dia tidak mau tunduk dan patuh kepada hukum Allah.<br />
Kehidupan ini bukan semau-mau kita. Pandangan umat pada hari ini mangatakan bahwa mengabdi boleh kepada penguasa siapa saja atau kepada bangsa dan negara, sementara itu urusan bergantung harus sama Allah dengan melakukan ritual-ritual yang ada. Itu adalah pemahaman yang salah. Itulah yang dikatakan oleh Allah, umat yang telah melakukan perbuatan “zina”. Allah dibesarkan di mesjid-mesjid, di gereja-gereja, di kanesah-kanesah, tetapi di dalam hidupnya dia tunduk kepada hukum / aturan selain Allah.  Itu namanya bangsa yang sudah berzina..
</div>
<br />Posted in my voice  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pekalonganvesper.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pekalonganvesper.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pekalonganvesper.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pekalonganvesper.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pekalonganvesper.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pekalonganvesper.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pekalonganvesper.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pekalonganvesper.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pekalonganvesper.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pekalonganvesper.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pekalonganvesper.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pekalonganvesper.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pekalonganvesper.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pekalonganvesper.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekalonganvesper.wordpress.com&amp;blog=6223867&amp;post=54&amp;subd=pekalonganvesper&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pekalonganvesper.wordpress.com/2009/01/31/perjalanan-para-rasul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25a895891da1482d362750722d3b3002?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">pekalonganvesper</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Qolam : 15 (Qur&#8217;an)</title>
		<link>http://pekalonganvesper.wordpress.com/2009/01/28/qolam-15-quran/</link>
		<comments>http://pekalonganvesper.wordpress.com/2009/01/28/qolam-15-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 23:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pekalonganvesper</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkitan]]></category>
		<category><![CDATA[keberadaan rasul]]></category>
		<category><![CDATA[kemenangan]]></category>
		<category><![CDATA[kesempurnaan]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pekalonganvesper.wordpress.com/2009/01/28/qolam-15-quran/</guid>
		<description><![CDATA[Apabila dibacakan ayat-ayat kami kepadanya, dia berkata &#8220;ini hanyalah dongengan orang-orang jaman dahulu/kuno&#8221; Posted in Uncategorized<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekalonganvesper.wordpress.com&amp;blog=6223867&amp;post=48&amp;subd=pekalonganvesper&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apabila dibacakan ayat-ayat kami kepadanya, dia berkata &#8220;ini hanyalah dongengan orang-orang jaman dahulu/kuno&#8221;</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pekalonganvesper.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pekalonganvesper.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pekalonganvesper.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pekalonganvesper.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pekalonganvesper.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pekalonganvesper.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pekalonganvesper.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pekalonganvesper.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pekalonganvesper.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pekalonganvesper.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pekalonganvesper.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pekalonganvesper.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pekalonganvesper.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pekalonganvesper.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekalonganvesper.wordpress.com&amp;blog=6223867&amp;post=48&amp;subd=pekalonganvesper&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pekalonganvesper.wordpress.com/2009/01/28/qolam-15-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25a895891da1482d362750722d3b3002?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">pekalonganvesper</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEHARUAN</title>
		<link>http://pekalonganvesper.wordpress.com/2009/01/19/keharuan-2/</link>
		<comments>http://pekalonganvesper.wordpress.com/2009/01/19/keharuan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 08:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pekalonganvesper</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pekalonganvesper.wordpress.com/2009/01/19/keharuan-2/</guid>
		<description><![CDATA[Ibu hanya bisa menangis harus berbuat apa Dentuman terdengar dimana-mana Banjir darah dimana-mana Tak terhitung nyawa tak bersalah jadi korban Sementara disini bahagia menikmati pesta kembang api Hanya untuk pergantian detik Aku menangis harus berbuat apa Melihat anak tak berdosa kehilangan ibunya Melihat anak tak berdosa kehilangan nyawa Dimana keadilan dunia Sampai kapan ini harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekalonganvesper.wordpress.com&amp;blog=6223867&amp;post=7&amp;subd=pekalonganvesper&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ibu hanya bisa menangis harus berbuat apa<br />
Dentuman terdengar dimana-mana<br />
Banjir darah dimana-mana<br />
Tak terhitung nyawa tak bersalah jadi korban</p>
<p>Sementara disini bahagia menikmati pesta kembang api<br />
Hanya untuk pergantian detik<br />
Aku menangis harus berbuat apa<br />
Melihat anak tak berdosa kehilangan ibunya<br />
Melihat anak tak berdosa kehilangan nyawa</p>
<p>Dimana keadilan dunia<br />
Sampai kapan ini harus berakhir</p>
<p>Tuhan tolonglah akhiri kebiadaban ini semua<br />
Aku masih ingin melihat saudaraku hidup seperti disini<br />
Bermain dengan sepeda atau dengan apasajalah<br />
Aku tidak kuat lagi melihat</p>
<p>Harus meminta pada siapa<br />
Hanya kekuasaanMUlah ini bisa berakhir</p>
<p>Disana terjadinya banjir darah<br />
Disini banjir dosa..</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pekalonganvesper.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pekalonganvesper.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pekalonganvesper.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pekalonganvesper.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pekalonganvesper.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pekalonganvesper.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pekalonganvesper.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pekalonganvesper.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pekalonganvesper.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pekalonganvesper.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pekalonganvesper.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pekalonganvesper.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pekalonganvesper.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pekalonganvesper.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pekalonganvesper.wordpress.com&amp;blog=6223867&amp;post=7&amp;subd=pekalonganvesper&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pekalonganvesper.wordpress.com/2009/01/19/keharuan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/25a895891da1482d362750722d3b3002?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">pekalonganvesper</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
