Hari ini dunia tahu bahwa kita berbuat dosa
Kita tahu bahwa cinta tak sepenuhnya untuk orang-orang yang mau atas diri seseorang dengan kasarnya dia memandang, Menjamah,menggertak , mencaci dan memaksa untuk berbuat sesuatu yang tak sama sekali diinginkan

Cinta…
Kenapa nampak hina dirimu kini dihadapku
Kenapa hidup tak mampu untuk tak menjunjung atas dirimu

Bagi sang pemuja cinta
Temanku terkasih
Semoga doamu terdengar yang kuasa

Ini adalah suatu informasi dari Allah tentang kenyataan hidup atau potret kehidupan dari zaman ke zaman, dari abad ke abad. Mari kita perhatikan bekas-bekas dari pada sebuah kekuasaan besar semodel Fir’aun, Asyur, Babilonia, Kista, Macedonia, Medio-Persia, Romawi, dan lain sebagainya, yang sekarang ini sudah tidak ada penghuninya lagi, hanya tinggal monumen sejarah. Seharusnya ini merupakan data fisik yang dijadikan oleh Allah sebagai fakta ilmiah agar manusia memperhatikan tentang peringatan Allah akan perjalanan kehidupan yang bersifat pasti, yang berulang dan akan terjadi kembali manakala kondisi kehidupan manusia ini terkondisional seperti kondisi yang dialami oleh bangsa-bangsa besar tersebut, maka Allah akan bertindak kembali.
Dan inilah yang menjadi salah satu sifat manusia, yaitu bodoh. Bodoh karena telah berulangkali terjadi peristiwa besar di dunia, tetapi tidak pernah dijadikan sebagai pelajaran. Dari tahun ke tahun, dari masa ke masa manusia tidak pernah sadar, mereka mengira cerita-cerita yang ada dalam kitab Allah itu hanya sebuah dongeng, hanya sebuah ilusi, sebuah cerita yang tidak akan pernah terjadi lagi pada diri mereka (jaman sekarang). Bahwa sesungguhnya Allah telah menulis skenario-Nya dalam kehidupan ini, dan apa yang terjadi pada hari ini adalah bagian dari skenario Allah. Skenario Allah tidak akan pernah berubah atau berganti dari masa ke masa, hanya pelakunya saja yang berganti, dan manusialah sebagai pelaku dalam skenario Allah. Jadi sekarang ini, sadar atau tidak sadar, kita ini sedang menggenapi skenario besar Allah.
Inilah sebenarnya persoalan yang sedang kita hadapi. Kita melihat bahwa manusia begitu bodoh. Belum menjadikan kitab-kitab Allah itu sebagai pedoman, sebagai pelajaran untuk keselamatan diri kita masing-masing (sacara kaffah). Baca Lebih Lanjut »

Apabila dibacakan ayat-ayat kami kepadanya, dia berkata “ini hanyalah dongengan orang-orang jaman dahulu/kuno”

Ibu hanya bisa menangis harus berbuat apa
Dentuman terdengar dimana-mana
Banjir darah dimana-mana
Tak terhitung nyawa tak bersalah jadi korban

Sementara disini bahagia menikmati pesta kembang api
Hanya untuk pergantian detik
Aku menangis harus berbuat apa
Melihat anak tak berdosa kehilangan ibunya
Melihat anak tak berdosa kehilangan nyawa

Dimana keadilan dunia
Sampai kapan ini harus berakhir

Tuhan tolonglah akhiri kebiadaban ini semua
Aku masih ingin melihat saudaraku hidup seperti disini
Bermain dengan sepeda atau dengan apasajalah
Aku tidak kuat lagi melihat

Harus meminta pada siapa
Hanya kekuasaanMUlah ini bisa berakhir

Disana terjadinya banjir darah
Disini banjir dosa..